Home » Berita » Ini Dia Pendekatan Baru Pengawasan Dana Desa, Kepala Desa Tak Perlu Takut
Ilustrasi suasana desa.(dok.)
Ilustrasi suasana desa.(dok.)

Ini Dia Pendekatan Baru Pengawasan Dana Desa, Kepala Desa Tak Perlu Takut

YOGYAKARTA – Pemerintah berupaya menimalisir terjadinya penyelewengan penggunaan dana desa dengan cara Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa melakukan audit secara acak. Audit itu akan dilakukan secara masif.

Dengan cara itu berarti model pengawasan penggunaan dana desa berubah dari bersifat reaktif dengan memroses laporan yang masuk menjadi proaktif melalui audit tersebut.

“Selama ini pendekatan kita reaktif yaitu saat menerima laporan penyelewengan langsung memerintahkan petugas untuk memeriksanya. Jadi kalau tidak ada laporan tidak ada pemeriksaan padahal belum tentu bebas korupsi,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo di Yogyakarta, Selasa (10/10/2017).

Jika dalam audit acak tersebut ditemukan penyelewengan maka akan diproses secara hukum. Tetapi Menteri Eko meyakinkan kepala desa tidak perlu takut pada proses audit tersebut.

Jika hanya kesalahan administrasi kemudian dikriminalisasi dia minta hal tersebut dilaporkan ke Satgas Dana Desa. Hingga saat ini satuan tugas tersebut sudah menerima 600 laporan penyelewengan tersebut. Namun setelah didalami tidak semua laporan dibawa ke pengadilan karena hanya merupakan kesalahan administrasi.

Menteri Eko juga sudah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap siapa saja yang menyelewengkan dana desa. Jangan hanya kepala desa yang dipersalahkan.

Padahal pencairan dana desa sudah menunjukkan dampak positif. Menurut Menteri Eko tampak telah meningkat signifikan kemampuan kepala desa dalam mengelola dana desa. Indikatornya adalah penyerapan dana tersebut yang terus meningkat sejak 2015.

Jika tahun 2015 dan yang terserap hanya 82 persen dari Rp20,8 triliun, maka tahun 2016 menjadi 97 persen dari seluruh dana desa senilai Rp46,9 triliun. Pada tahap pertama tahun ini lebih besar lagi yaitu terserap 100 persen.

Selama tiga tahun terakhir Pemerintah Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Rp120 triliun untuk pembangunan desa. Hasilnya 120 ribu kilometer jalan  desa serta berbagai infrastruktur lainnya di desa.

Share (fad/hms/setdpkorpri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

izmir evde masaj izmir masaj izmir escort sisli escort avcilar escort escort izmir istanbul escort hatay mutlu son masaj tokat mutlu son masaj zonguldak mutlu son masaj kocaeli mutlu son masaj corum mutlu son masaj edirne mutlu son masaj kirklareli mutlu son masaj manisa mutlu son masaj trabzon mutlu son masaj balikesir mutlu son masaj nevsehir mutlu son masaj tekirdag mutlu son masaj ordu mutlu son masaj erzurum mutlu son masaj yalova mutlu son masaj canakkale mutlu son masaj afyon mutlu son masaj aydin mutlu son masaj batman mutlu son masaj balikesir mutlu son masaj bolu mutlu son masaj burdur mutlu son masaj bursa mutlu son masaj canakkale mutlu son masaj denizli mutlu son masaj osmaniye mutlu son masaj diyarbakir mutlu son masaj elazig mutlu son masaj erzurum mutlu son masaj eskisehir mutlu son masaj antep mutlu son masaj giresun mutlu son masaj hatay mutlu son masaj kayseri mutlu son masaj kocaeli mutlu son masaj konya mutlu son masaj kütahya mutlu son masaj tekirdag mutlu son masaj mugla mutlu son masaj trabzon mutlu son masaj urfa mutlu son masaj samsun mutlu son masaj mardin mutlu son masaj ordu mutlu son masaj malatya mutlu son masaj manisa mutlu son masaj maras mutlu son masaj mersin mutlu son masaj adana mutlu son masaj tokat mutlu son masaj zonguldak mutlu son masaj corum mutlu son masaj yozgat mutlu son masaj mugla mutlu son masaj kastamonu mutlu son masaj amasya mutlu son masaj